Kamis, 26 April 2012

Virus Online


Morning, Honey…”

A nice greeting mampir di pesan offline Yahoo Messenger-ku.  Whuuuuaaaaa…! Rasanya seperti terbang melayang. Dia menyapaku saat matahari pun masih enggan menampakkan diri.  Fu fu fu, its show me how he cares! Mukaku memanas, pasti karena sangat tersanjung.

“Mamaaaaa, pupu….!”

What? Sekarang aku terhempas ke jurang terdalam.

Hu hu hu, aku pengin chatting…. Dia menungguku, hiks hiks.
Tapi rengekan si kecil semakin nyaring, mengalahkan tangis hatiku.

“Mamaaaaa….”

Kepalaku terkulai pasrah.
Morning, too, honey.  Wait, I must do something….”

Langkahku gontai menghampiri si kecil yang belum lagi genap dua tahun.  Tiba-tiba, sesaat sebelum menggandeng tangan mungilnya, aku menemukan sesuatu yang berbeda.  Tatapan matanya.  Ya, tatapan matanya.  Seperti menyiratkan sebuah kerinduan.  Ooooh, dear.  Gadis mungilku yang selalu terabaikan. 

Setengah hari kutinggalkan untuk bekerja, seperempat hari yang biasanya tercurah hanya untuknya, pun, akhir-akhir ini terenggut darinya.

Air mataku tak bisa kucegah. Kerinduan di matanya membuatku lunglai.  Kupeluk buah hatiku erat, sangat kuat, hingga dia meringis.

“Mama, Akiiit...”  Aku tersenyum.  Dia meringis kesakitan tapi tatap matanya menyiratkan sebuah kebahagiaan.  Hu hu hu, aku merasa bersalah telah mengabaikannya beberapa hari ini.  Karena dia, seseorang yang tiba-tiba hadir menawarkan sebuah harapan indah.  Aku harus bagaimana?

Honey, I’d like to introduce you to someone special.  This is my little angel.  Her name is Ara….”
Senyumku mengembang melihat emoticon smile darinya. 

Nice to meet you, Ara….”   

Melalui webcam aku dapat melihat senyum tulus dan lambaian tangannya, untuk Ara.  Membuatku lega. Dia mau mengerti.  Fu fu fu, semoga semua berjalan dan berakhir indah.  Mungkinkah?  Semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar